Ayam dan Burungpun Mencari Nafkah

Ahza dan AyahPagi ini, aku dan anakku Ahza keluar rumah pagi sekali. Ahza yang dalam pelukanku tak banyak bergerak seperti biasanya. Dia masih dalam kondisi sakit, terkena flu dan batuk. Suhu badannya beberapa hari terakhir meningkat. Dia masih terlihat lemah.

Ahza melihat ayam yang sedang berjalan menuju arahnya. Seperti yang biasa kami lakukan padanya apabila ingin mengajaknya makan, tidur dan lain-lain, kami mengajaknya melihat-lihat ayam di sekitar rumah kami.

Dengan penuh semangat ayam itu berjalan, berlari kesana kemari sambil mengais-ngais tanah untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan makanannya.

Ayam itu tak lepas perhatian dari kami, terutama Ahza yang sangat tertarik dengan tingkah laku ayam itu.

Sesekali Ahza mendongak ke langit, tat kala beberapa ekor burung menyita perhatiannya yang terbang rendah di hadapannya. Demikianpun dengan burung tersebut. Terbang dari pohon ke pohon lain,  satu ranting ke ranting lain, hanya untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan makanan hari ini. Kumbangpun tak mau kalah. Terbang dari satu bunga ke bunga lain unuk menghisap sari madu.

Pagi benar ayam, burung dan kumbang itu keluar dari kandang dan sarangnya. Tak lain yang mereka lakukan adalah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya hari ini.

Sesaat aku tersadar dan bertanya. Bagaimana dengan kita manusia? Sepagi apakah kita keluar dari rumah untuk mencari nafkah? Dengan segala kemampuan, kecerdasan, mahluk paling sempurna dari sekian mahluk ciptaan Allah, seharusnya kita bisa lakukan dan mendapatkan lebih dari mereka. Kita bisa mendapatkan lebih dari cukup untuk kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam Al Qur’an Allah berfirman :

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim:34)

Siapapun diantara kita yang bersungguh-sungguh berusaha untuk mendapatkan rezeki, maka Allah akan memberikannya, tak terkecuali seekor binatang.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberinya rezeki“ (QS. Huud:6)
Pagi Sabtu, 28 Juli 2012 ini, aku dan anakku menyaksikan kekuasaan Allah yang Dia tunjukkan dari pemandangan alam. Ada pesan penting yang Dia sampaikan. Semoga pengalamanku dan anakku Ahza di atas bisa bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s